Gelak tawa anak-anak terdengar bersahutan di lapangan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Dengan penuh semangat, mereka berlari, melompati rintangan, menjaga keseimbangan, hingga menyelesaikan berbagai tantangan gerak yang telah disiapkan. Bagi mereka, kegiatan ini hanyalah permainan yang menyenangkan. Namun, di balik setiap langkah kecil yang mereka ambil, tersimpan proses belajar yang berharga.
Suasana tersebut hadir dalam Little Runner Adventure, sebuah kegiatan edukatif yang diselenggarakan Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSA. Program ini dirancang sebagai ruang belajar yang memadukan aktivitas fisik, permainan, dan pengalaman sosial untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara menyeluruh.
Sebanyak 75 anak dari berbagai wilayah di Surabaya dan Sidoarjo mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung konsep learning through play atau belajar melalui bermain. Setiap pos permainan dirancang tidak sekadar menghibur, tetapi juga melatih kemampuan motorik kasar, koordinasi tubuh, keseimbangan, ketangkasan, serta keberanian anak dalam menghadapi tantangan baru.
Bagi anak usia dini, bergerak aktif merupakan bagian penting dari proses belajar. Melalui aktivitas fisik yang sesuai dengan tahap perkembangannya, anak belajar mengenali kemampuan dirinya, mengendalikan gerak tubuh, berinteraksi dengan lingkungan, hingga membangun rasa percaya diri. Karena itu, kegiatan seperti Little Runner Adventure menjadi pengalaman yang jauh lebih bermakna daripada sekadar perlombaan atau permainan biasa.
Wakil Dekan FKIP UNUSA, Dr. Sri Hartatik, M.Pd., menilai bahwa pengembangan aspek fisik dan motorik merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak secara utuh. Menurutnya, anak membutuhkan ruang yang aman dan menyenangkan untuk bergerak, bereksplorasi, sekaligus belajar melalui pengalaman langsung.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang mampu menghadirkan kegiatan kreatif dengan menggabungkan unsur pendidikan, olahraga, dan pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, pembelajaran tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi hadir dalam bentuk pengalaman nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kegiatan untuk anak-anak, Little Runner Adventure juga menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa PG-PAUD FKIP UNUSA. Program ini merupakan implementasi dari mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Olahraga Anak Usia Dini yang diampu oleh Dr. Sunanto, M.Pd.
Mahasiswa terlibat secara langsung dalam seluruh tahapan penyelenggaraan, mulai dari merancang konsep kegiatan, menyusun berbagai permainan yang sesuai dengan karakteristik anak, mengelola pelaksanaan di lapangan, hingga melakukan evaluasi setelah kegiatan berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk kompetensi profesional calon guru PAUD.
Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar bahwa mendidik anak usia dini bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman yang mampu menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak. Kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, hingga keterampilan memecahkan masalah menjadi bagian dari proses belajar yang mereka alami secara langsung.
Antusiasme peserta menjadi gambaran nyata bahwa pembelajaran berbasis pengalaman mampu menghadirkan kesan mendalam bagi anak-anak maupun orang tua. Salah seorang orang tua peserta, Ria Mahmudah dari Wonoayu, Sidoarjo, merasakan manfaat kegiatan tersebut ketika melihat putrinya mengikuti setiap tantangan dengan penuh semangat.
Menurutnya, aktivitas yang menggabungkan olahraga dan permainan edukatif memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan belajar sehari-hari di sekolah. Anak-anak tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga belajar berinteraksi dengan teman baru, mencoba berbagai tantangan, dan menumbuhkan keberanian untuk percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
“Harapan agar kegiatan serupa terus dikembangkan juga muncul dari para orang tua. Selain memberikan pengalaman positif bagi anak, program seperti ini dinilai mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa memperoleh ruang untuk menerapkan ilmu secara nyata, sementara anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,” ungkapnya di Lapangan Unusa Kampus C, Sabtu (13/6).
Melalui Little Runner Adventure, FKIP UNUSA menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diwujudkan melalui pendekatan yang kreatif, aktif, dan menyenangkan. Aktivitas fisik tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan, tetapi juga media untuk menumbuhkan karakter, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak sejak dini.
Pada saat yang sama, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan pembelajaran yang berdampak nyata. Ketika teori dipadukan dengan praktik di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pendidik yang kompeten, tetapi juga menjadi pribadi yang peka terhadap kebutuhan anak dan lingkungan sekitarnya.
Di balik langkah-langkah kecil yang dilakukan anak-anak dalam setiap tantangan, sesungguhnya sedang tumbuh keberanian, kemandirian, dan pengalaman belajar yang akan menjadi bekal bagi perjalanan mereka di masa depan. (PIP FKIP Unusa)
Komentar Terbaru