Surabaya – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkenalkan konsep Kurikulum Berdampak kepada para calon mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.
Dekan FKIP UNUSA, Dr. Nafiah, M.Pd., menuturkan bahwa pengenalan konsep tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman awal kepada calon mahasiswa baru mengenai arah pembelajaran dan proses pendidikan yang akan mereka jalani selama menempuh studi di FKIP UNUSA.
“Kurikulum Berdampak menekankan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian mata kuliah dan pencapaian nilai akademik. Lebih dari itu, mahasiswa didorong untuk mampu menghasilkan karya, menghadirkan solusi, serta memberikan kontribusi nyata kepada Masyarakat,” ungkapnya di Ruang Teater Unusa Kampus C, Rabu (2/9).
Lanjut perempuan yang juga menjabat sebagai Pengurus Fatayat Wilayah Jawa Timur ini menuturkan, bahwa pembelajaran harus mampu mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Perguruan tinggi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga harus mempersiapkan mahasiswa agar mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi Masyarakat. Hal ini menjadi semangat utama dalam penerapan Kurikulum Berdampak,” tuturnya.
Perempuan yang mengajar mata kuliah Manajemen Pendidikan ini menambahkan, melalui pendekatan tersebut, calon mahasiswa baru diperkenalkan dengan proses pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif. Berbagai metode pembelajaran, seperti Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Case Method, Experiential Learning, dan Community-Based Learning, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga didorong untuk memahami persoalan nyata, melakukan analisis, bekerja sama, menghasilkan karya, serta mengembangkan solusi yang dapat memberikan manfaat,” ungkapnya.
Nafiah menuturkan, FKIP UNUSA juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) secara bijaksana dalam proses pembelajaran. Teknologi diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat proses berpikir, kreativitas, dan inovasi mahasiswa, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.
“Pengenalan Kurikulum Berdampak sejak awal diharapkan dapat memberikan gambaran kepada calon mahasiswa baru tentang perjalanan akademik yang akan mereka tempuh. Pendidikan tinggi tidak hanya dimaknai sebagai proses memperoleh gelar, tetapi juga sebagai ruang untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata,” tuturnya. (Humas FKIP)
Komentar Terbaru